HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Wayaua menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembersihan lingkungan bersama masyarakat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut momentum kemerdekaan sekaligus bentuk kepedulian Pemerintah Desa Wayaua terhadap kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bakti sosial dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wayaua, Rasit Saptu, S.Pd, bersama jajaran pemerintah desa dan masyarakat. Warga dari berbagai unsur turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong dengan membersihkan sejumlah titik lingkungan desa.
Sejak pagi, pemerintah desa dan masyarakat terlihat bahu-membahu melakukan pembersihan. Sampah yang berada di sekitar lingkungan permukiman dikumpulkan, rumput liar dibersihkan, serta sejumlah area dan fasilitas umum ditata agar terlihat lebih rapi.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Pemerintah desa dan masyarakat bekerja bersama tanpa membedakan peran, menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Wayaua.
Sambut Kemerdekaan dengan Lingkungan Bersih
Kepala Desa Wayaua, Rasit Saptu, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menyambut HUT RI ke-81.
Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menyambut HUT RI ke-81 dengan semangat kebersamaan. Salah satunya melalui kegiatan pembersihan lingkungan seperti ini. Kebersihan desa merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Rasit.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dibutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat agar lingkungan desa tetap bersih dan nyaman.
Rasit juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan gotong royong sebagai budaya yang terus dipelihara. Menurutnya, kerja bersama bukan hanya membantu menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Gotong royong harus terus kita pertahankan. Kalau pemerintah desa dan masyarakat bersatu, berbagai pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” katanya.
Sekdes Apresiasi Partisipasi Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris Desa Wayaua, Sardi Hasan Diadon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia memberikan penghargaan kepada warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Desa Wayaua, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial ini. Kehadiran dan keterlibatan masyarakat sangat membantu pemerintah desa,” ujar Sardi.
Menurut Sardi, partisipasi masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjalankan berbagai kegiatan di desa. Pemerintah desa, kata dia, akan terus mendorong kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah momentum HUT RI, tetapi dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus dijaga. Jangan hanya dilakukan ketika menyambut HUT RI, tetapi menjadi kebiasaan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung pembangunan desa,” tambahnya.
Gotong Royong Jadi Modal Sosial Masyarakat
Bakti sosial yang dilakukan Pemdes Wayaua bersama masyarakat juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap desa.
Pembersihan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Pemerintah desa tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga berupaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan warga melalui kegiatan sosial.
Pemdes Wayaua berharap masyarakat dapat terus menjaga kebersihan lingkungan yang telah dibersihkan. Warga juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama menjaga fasilitas umum yang ada di desa.
Momentum HUT RI ke-81 diharapkan dapat menjadi titik penguatan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Wayaua.
Momentum Mempererat Persatuan
Peringatan kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perayaan. Bagi masyarakat di tingkat desa, momentum tersebut dapat dijadikan kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan bakti sosial, masyarakat Desa Wayaua menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan dampak nyata.
Kepala Desa Rasit Saptu, S.Pd, bersama Sekretaris Desa Sardi Hasan Diadon dan jajaran Pemdes Wayaua mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Pemerintah desa juga berharap semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan dalam mendukung program pembangunan di Desa Wayaua ke depan.
Dengan lingkungan yang bersih, masyarakat yang kompak, serta hubungan yang baik antara pemerintah desa dan warga, diharapkan Desa Wayaua dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Kegiatan bakti sosial tersebut akhirnya menjadi salah satu wujud nyata menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81—bukan hanya dengan semangat perayaan, tetapi juga melalui kerja bersama, kepedulian terhadap lingkungan, dan penguatan persatuan masyarakat.
Pemdes Wayaua bersama masyarakat berkomitmen menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan bersama untuk menjaga kebersihan, mempererat persaudaraan, dan mendukung pembangunan desa.









