MPLS SMP Negeri 46 Halsel Dorong Sekolah Ramah, Aman dan Bebas Bullying

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HALMAHERA SELATAN – SMP Negeri 46 Halmahera Selatan, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–12 Juli 2026 tersebut dipusatkan di SMP Negeri 46 Halsel yang berada di Desa Pigaraja. MPLS menjadi kegiatan awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung tema “MPLS Ramah: Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah.” Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan suasana pendidikan yang positif, aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Melalui kegiatan MPLS, siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru dan tenaga kependidikan, tata tertib, kegiatan pembelajaran serta berbagai aktivitas yang akan mereka ikuti selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 46 Halmahera Selatan.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk saling mengenal dengan teman-teman baru. Proses tersebut penting karena siswa perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan yang baru, baik dari sisi pergaulan maupun pola belajar.

Dalam pelaksanaan MPLS, SMP Negeri 46 Halsel juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang anti-kekerasan, anti-perundungan atau bullying, anti-perpeloncoan dan bebas pungutan liar (pungli).

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang dapat memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik. Setiap siswa diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa mengalami intimidasi, kekerasan maupun perlakuan yang dapat merendahkan dirinya.

Pencegahan bullying juga tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah. Siswa, guru, tenaga kependidikan dan orang tua memiliki peran dalam membangun lingkungan yang saling menghargai.

Kepala SMP Negeri 46 Halmahera Selatan, Ismail Hi. Ahmad, S.Pd.I, menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai prinsip pendidikan yang ramah dan mendidik.

MPLS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penyambutan siswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi awal untuk membangun hubungan yang baik antara peserta didik, guru dan seluruh warga sekolah.

Para siswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab. Mereka diperkenalkan dengan aturan sekolah agar sejak awal mengetahui hak dan kewajibannya sebagai peserta didik.

Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran di sekolah, tetapi juga bagaimana siswa mengikuti proses pembelajaran, menghormati guru, menjaga hubungan dengan teman, menjaga kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Melalui pendekatan yang ramah, sekolah diharapkan dapat membantu siswa baru membangun rasa percaya diri. Peserta didik juga diharapkan tidak merasa takut untuk bertanya, menyampaikan pendapat maupun berkomunikasi dengan guru ketika menghadapi kesulitan.

Semangat Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar turut menjadi bagian dari semangat pendidikan yang dibangun dalam pelaksanaan MPLS. Siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga diarahkan untuk memahami budaya positif yang harus diterapkan bersama.

Sekolah merupakan tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan sekaligus ruang untuk membentuk karakter. Karena itu, suasana sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan.

Mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying dan kekerasan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Guru diharapkan terus memberikan pendampingan kepada siswa, sementara peserta didik juga diharapkan mampu menjaga sikap dan menghormati satu sama lain.

Dukungan orang tua juga diperlukan agar nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kerja sama antara sekolah, orang tua dan siswa, berbagai tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan dapat dicegah sejak dini.

MPLS tahun pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 46 Halmahera Selatan diharapkan menjadi awal yang baik bagi peserta didik baru dalam menempuh perjalanan pendidikan mereka.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman awal yang positif sekaligus menanamkan pemahaman bahwa sekolah adalah tempat yang aman untuk belajar, berkembang dan membangun masa depan.

Dengan dukungan Kepala Sekolah Ismail Hi. Ahmad, S.Pd.I, para guru, orang tua dan seluruh warga sekolah, SMP Negeri 46 Halmahera Selatan di Desa Pigaraja diharapkan terus menjaga komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, nyaman dan bebas dari bullying.

Semangat “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah” diharapkan tidak hanya menjadi tema MPLS, tetapi menjadi komitmen bersama yang diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMP Negeri 46 Halsel Gelar Ujian Akhir Sekolah, Siswa Ikuti Ujian dengan Tertib
Hampir Setahun Dilaporkan, Kasus Dugaan Wanprestasi Kontraktor Jalan Tani Tawa Belum Tuntas
Desa Bibinoi Perkuat Gerakan Hidup Sehat, Pemdes dan Puskesmas Sepakat Tingkatkan Kebersihan Lingkungan
Galian C Diduga Ilegal Beroperasi di Sungai Anggai  Obi, Warga Desak APH Bertindak Tegas
SEMMI Malut Cabut Laporan Boyke Tedean, Dugaan Investasi dan Pinjaman Tanpa Izin Berujung Damai
Ketua KB PII Halsel Sentil 30 Anggota DPRD: Jangan Diam, Turun Perjuangkan Lahan Warga Gambaru
AMDAL PT GTS Dipertanyakan: Izin Disebut Hanya Fluk, Mengapa Perusahaan Beroperasi di Gambaru?
Konflik Lahan Gambaru 700 Hektare, Ketua KB PII Halsel Sentil Kapolres Hendra Gunawan: Jangan Jadi Alat Korporasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:52 WIB

SMP Negeri 46 Halsel Gelar Ujian Akhir Sekolah, Siswa Ikuti Ujian dengan Tertib

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:45 WIB

MPLS SMP Negeri 46 Halsel Dorong Sekolah Ramah, Aman dan Bebas Bullying

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Hampir Setahun Dilaporkan, Kasus Dugaan Wanprestasi Kontraktor Jalan Tani Tawa Belum Tuntas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:06 WIB

Desa Bibinoi Perkuat Gerakan Hidup Sehat, Pemdes dan Puskesmas Sepakat Tingkatkan Kebersihan Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Galian C Diduga Ilegal Beroperasi di Sungai Anggai  Obi, Warga Desak APH Bertindak Tegas

Berita Terbaru