HALMAHERA SELATAN – Polemik pelayanan penjualan tiket kapal KM Satria 99 Express rute Babang–Ternate yang sempat dikeluhkan warga kini mulai menemui titik terang. Pihak agen kapal akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan atas insiden yang menimbulkan kekecewaan calon penumpang.
Sebelumnya, seorang warga bernama Wasila Din mengaku tidak mendapatkan tiket meski telah mengantre selama berjam-jam. Ia bahkan menunggu sejak pukul 12.40 WIT hingga sekitar pukul 15.30 WIT, namun hanya mendapat informasi bahwa tiket telah habis tanpa penjelasan yang rinci.
Menanggapi hal tersebut, agen kapal KM Satria 99 Express yang dikenal dengan nama Ibu Titi menjelaskan bahwa kondisi di lapangan saat itu dipenuhi lonjakan penumpang yang cukup tinggi. Sementara itu, jumlah tiket yang tersedia sangat terbatas dan telah habis terjual lebih awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memahami kekecewaan penumpang. Memang terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan, sementara kapasitas kapal terbatas. Tiket habis lebih cepat dari perkiraan,” jelas Ibu Titin.
Ia juga mengakui bahwa penyampaian informasi kepada calon penumpang belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan sistem penjualan tiket yang masih dilakukan secara manual, sehingga memperlambat arus informasi dan kepastian bagi masyarakat yang mengantre.
“Atas nama agen kapal, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan transparansi informasi serta memperbaiki sistem antrean agar lebih tertib dan jelas,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak agen kapal menyatakan akan melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini mencakup pembenahan sistem distribusi tiket serta koordinasi lebih intensif dengan operator kapal.
Di sisi lain, operator KM Satria 99 Express juga disebut akan melakukan pembenahan bersama agen kapal untuk memastikan pelayanan yang lebih baik, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas antarwilayah.
Sebagai daerah kepulauan, Maluku Utara memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut. Oleh karena itu, pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif menjadi hal yang sangat dibutuhkan guna menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tertulis dari pihak operator KM Satria 99 Express terkait insiden tersebut. (Red/Bisma)**









