Lonjakan Penumpang Picu Polemik Tiket KM Satria 99 Express, Agen Kapal Ibu Titin Sampaikan Klarifikasi

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Polemik pelayanan penjualan tiket kapal KM Satria 99 Express rute Babang–Ternate yang sempat dikeluhkan warga kini mulai menemui titik terang. Pihak agen kapal akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan atas insiden yang menimbulkan kekecewaan calon penumpang.

Sebelumnya, seorang warga bernama Wasila Din mengaku tidak mendapatkan tiket meski telah mengantre selama berjam-jam. Ia bahkan menunggu sejak pukul 12.40 WIT hingga sekitar pukul 15.30 WIT, namun hanya mendapat informasi bahwa tiket telah habis tanpa penjelasan yang rinci.

Menanggapi hal tersebut, agen kapal KM Satria 99 Express yang dikenal dengan nama Ibu Titi menjelaskan bahwa kondisi di lapangan saat itu dipenuhi lonjakan penumpang yang cukup tinggi. Sementara itu, jumlah tiket yang tersedia sangat terbatas dan telah habis terjual lebih awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memahami kekecewaan penumpang. Memang terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan, sementara kapasitas kapal terbatas. Tiket habis lebih cepat dari perkiraan,” jelas Ibu Titin.

Ia juga mengakui bahwa penyampaian informasi kepada calon penumpang belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan sistem penjualan tiket yang masih dilakukan secara manual, sehingga memperlambat arus informasi dan kepastian bagi masyarakat yang mengantre.

“Atas nama agen kapal, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan transparansi informasi serta memperbaiki sistem antrean agar lebih tertib dan jelas,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak agen kapal menyatakan akan melakukan evaluasi internal guna meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini mencakup pembenahan sistem distribusi tiket serta koordinasi lebih intensif dengan operator kapal.

Di sisi lain, operator KM Satria 99 Express juga disebut akan melakukan pembenahan bersama agen kapal untuk memastikan pelayanan yang lebih baik, terutama bagi masyarakat yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas antarwilayah.

Sebagai daerah kepulauan, Maluku Utara memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut. Oleh karena itu, pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif menjadi hal yang sangat dibutuhkan guna menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tertulis dari pihak operator KM Satria 99 Express terkait insiden tersebut. (Red/Bisma)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru