LABUHA – RETORIKA AKTUAL.COM Muklas Adam, S.Pi, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), menyuarakan kritik terhadap kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dinilai semakin membebani masyarakat. Dalam orasi yang disampaikannya, Muklas meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengevaluasi dan menurunkan harga BBM subsidi demi menjaga daya beli rakyat.
Menurut Muklas Adam, kenaikan harga BBM subsidi tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dampak tersebut dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari nelayan, petani, pedagang kecil, buruh, hingga pelaku usaha mikro di berbagai daerah Indonesia.
“Kenaikan BBM subsidi sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat merasakan langsung efeknya. Ketika BBM naik, biaya transportasi dan distribusi barang ikut naik, sehingga harga sembilan bahan pokok juga ikut meningkat,” ujar Muklas Adam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kondisi tersebut semakin memperberat beban masyarakat yang saat ini masih menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya harga berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi yang nyata dan berpihak kepada rakyat kecil.
Muklas menjelaskan bahwa hampir seluruh sektor ekonomi memiliki ketergantungan terhadap BBM. Oleh karena itu, setiap kenaikan harga BBM akan berdampak berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika BBM naik, biaya operasional meningkat. Pedagang harus menyesuaikan harga jual, biaya angkut barang naik, dan pada akhirnya masyarakat yang menjadi korban karena harus membeli kebutuhan dengan harga yang lebih mahal,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga BBM.
Sebagai pengurus KNPI Bidang SDM, Muklas menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan BBM agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi riil masyarakat sebelum mengambil kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat.
“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat untuk mendengar suara rakyat. Jangan sampai kenaikan BBM membuat harga sembako terus melonjak dan semakin menambah kesengsaraan masyarakat. Rakyat membutuhkan kebijakan yang mampu memberikan keringanan, bukan justru menambah beban hidup mereka,” tegasnya.
Muklas juga menilai bahwa stabilitas harga BBM memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional. Jika harga BBM dapat dikendalikan, maka harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat juga dapat lebih terjaga.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif demi mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurutnya, kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, KNPI melalui Bidang SDM berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di akhir penyampaiannya, Muklas Adam menegaskan bahwa suara masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan publik. Ia berharap pemerintah dapat segera merespons berbagai keluhan masyarakat terkait kenaikan harga BBM subsidi dan dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
“Rakyat membutuhkan perhatian dan keberpihakan pemerintah. Kami berharap aspirasi ini dapat didengar dan menjadi bahan evaluasi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutup Muklas Adam, S.Pi.









