LABUHA, HALSEL – Misteri kematian seorang pria yang ditemukan mengapung di perairan Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, terus menjadi perhatian publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Noldi Kurama, S.H., mendesak Polres Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah cepat dan terukur guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Desakan tersebut muncul setelah keluarga menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Salah satu yang menjadi sorotan adalah hilangnya saldo ATM milik korban setelah korban dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, korban terakhir kali berkomunikasi dengan salah seorang anggota keluarganya yang berada di Sulawesi Utara pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam percakapan tersebut, korban mengaku akan menemui tiga orang temannya setelah dijemput dan diantar menggunakan mobil oleh seorang karyawan.
Namun dalam komunikasi terakhir itu, korban tidak sempat menyebutkan identitas maupun nama ketiga orang yang akan ditemuinya. Setelah percakapan tersebut berakhir, keluarga tidak lagi dapat menghubungi korban. Telepon seluler korban tidak aktif dan keberadaannya tidak diketahui.
Merasa khawatir, pihak keluarga berupaya mencari informasi mengenai keberadaan korban. Akan tetapi, upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya kabar duka datang dua hari kemudian.
Pada Rabu, 17 Juni 2026, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di kawasan pesisir pantai Desa Kawasi. Penemuan tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat setempat dan aparat kepolisian yang kemudian melakukan evakuasi serta mengamankan lokasi penemuan jenazah.
Kuasa hukum keluarga korban, Noldi Kurama, S.H., menilai rentang waktu antara komunikasi terakhir korban dengan keluarga hingga ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia merupakan bagian penting yang harus diungkap oleh penyidik.
Menurutnya, polisi perlu menelusuri secara rinci seluruh aktivitas korban sebelum hilang kontak, termasuk siapa saja yang bersama korban pada hari terakhir tersebut.
“Kami meminta Polres Halmahera Selatan segera mengambil langkah cepat dan serius dalam menangani kasus ini. Jangan sampai ada fakta-fakta penting yang hilang atau terabaikan karena keterlambatan proses penyelidikan. Keluarga korban berhak mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Noldi Kurama, S.H.
Lebih lanjut, Noldi menegaskan bahwa pihaknya memandang terdapat sejumlah fakta yang patut didalami oleh penyidik, termasuk informasi mengenai hilangnya saldo ATM milik korban.
Menurutnya, informasi tersebut tidak dapat dipandang sebagai hal biasa dan harus ditelusuri secara menyeluruh melalui pemeriksaan transaksi perbankan, rekaman CCTV pada mesin ATM, serta pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan korban.
“Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi fakta mengenai hilangnya saldo ATM korban harus menjadi perhatian penyidik. Semua kemungkinan harus dibuka dan ditelusuri secara profesional berdasarkan alat bukti yang ada. Tujuannya agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara terang,” katanya.
Selain meminta pendalaman terhadap transaksi keuangan korban, kuasa hukum keluarga juga mendesak penyidik untuk segera memanggil dan memeriksa seorang karyawan yang terakhir mengantar korban sebelum menghilang.
Menurut keterangan keluarga, orang tersebut merupakan salah satu pihak terakhir yang diketahui bersama korban sebelum korban menemui tiga orang temannya.
Tidak hanya itu, Noldi juga meminta agar tiga orang yang disebut korban dalam percakapan terakhirnya dengan keluarga segera diidentifikasi dan dimintai keterangan oleh penyidik.
“Kami meminta penyidik segera mengidentifikasi dan memeriksa seorang karyawan yang mengantar korban serta tiga orang teman yang hendak ditemui korban. Mereka merupakan pihak-pihak yang diduga mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Keterangan mereka sangat penting untuk membantu membuat terang peristiwa ini,” tegasnya.
Noldi menambahkan bahwa pengungkapan kasus tersebut tidak hanya penting bagi keluarga korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Ia berharap seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan fakta-fakta hukum yang ditemukan di lapangan.
“Kami percaya Polres Halmahera Selatan memiliki kemampuan dan kewenangan untuk mengungkap kasus ini. Karena itu kami berharap penyelidikan dilakukan secara maksimal sehingga keluarga memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan,” ujarnya.
Kasus ini sendiri telah menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat, khususnya setelah muncul berbagai pertanyaan mengenai aktivitas korban sebelum menghilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan Desa Kawasi.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Sejumlah saksi dikabarkan akan dimintai keterangan untuk membantu mengurai rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Keluarga berharap proses hukum berjalan secara transparan dan menyeluruh sehingga seluruh fakta dapat terungkap. Mereka juga meminta agar siapa pun yang nantinya terbukti terlibat dalam peristiwa tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi tegaknya keadilan bagi korban dan keluarganya.








