Laut Pesisir Desa Gambaru Diduga Tercemar Limbah, Air Berubah Hijau dan Bau Menyengat, Warga Desak Pemerintah Segera Turun ke Lokasi

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

HALMAHERA SELATAN – Kondisi perairan laut di pesisir Desa Gambaru, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi perhatian serius masyarakat setelah air laut di kawasan tersebut dilaporkan berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan bau menyengat. Fenomena yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu membuat warga khawatir dan menduga telah terjadi pencemaran limbah yang mengancam kelestarian lingkungan pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Perubahan warna air laut yang tidak biasa tersebut membuat masyarakat, khususnya para nelayan, merasa resah. Laut yang selama ini menjadi sumber utama mata pencaharian warga kini dinilai mengalami perubahan yang cukup mencolok. Selain warna air yang berubah menjadi hijau, bau menyengat yang tercium di sekitar pantai juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

 

“Kami setiap hari hidup dari laut. Sekarang kondisi air berubah menjadi hijau dan baunya sangat menyengat. Kami khawatir jika keadaan ini terus dibiarkan akan berdampak pada kehidupan masyarakat dan hasil tangkapan nelayan,” ungkap salah seorang warga Desa Gambaru.

 

Warga mengatakan, perubahan kondisi laut tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, hingga pemerintah pusat tidak hanya menerima laporan, tetapi segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi.

 

Masyarakat juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi teknis lainnya agar segera mengambil sampel air laut untuk dilakukan pengujian laboratorium. Menurut mereka, langkah tersebut penting agar penyebab perubahan warna air dan munculnya bau menyengat dapat diketahui secara jelas.

 

Selain itu, warga berharap aparat penegak hukum ikut mengawal proses penyelidikan apabila nantinya ditemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan lingkungan hidup. Mereka menegaskan bahwa kelestarian laut merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga.

 

Menurut masyarakat, pesisir Desa Gambaru merupakan kawasan yang setiap hari dimanfaatkan oleh nelayan untuk mencari ikan dan berbagai hasil laut lainnya. Apabila kondisi lingkungan terus memburuk, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan hasil tangkapan, terganggunya aktivitas nelayan, hingga mengancam perekonomian masyarakat pesisir.

 

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah cepat, mulai dari pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel air, hingga penyampaian hasil pemeriksaan kepada masyarakat secara terbuka. Mereka menilai keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui penyebab sebenarnya dari perubahan kondisi laut tersebut.

 

“Kami hanya ingin laut kami kembali normal. Pemerintah harus hadir dan segera mengambil tindakan. Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah,” kata warga lainnya.

 

Masyarakat juga meminta apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pencemaran limbah yang berasal dari aktivitas tertentu, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Mereka berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan tanpa pandang bulu.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah mengenai penyebab perubahan warna air laut menjadi hijau dan bau menyengat di pesisir Desa Gambaru. Dugaan adanya pencemaran limbah masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari instansi yang berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi
Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak
Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera
Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui
Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM
Obi Barat Cup Resmi Bergulir, Wasit Fandi Junaib Pimpin Pertandingan
Turnamen Obi Barat Cup Baru 15 Menit Dimulai, Kebakaran Hebohkan Desa Jikohay
Camat Obi Barat Resmi Buka Turnamen Obi Barat Cup, Jadi Ajang Silaturahmi dan Seleksi Pemain Menuju Bupati Cup
Berita ini 271 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:44 WIB

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi

Minggu, 13 September 2026 - 06:54 WIB

Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak

Minggu, 13 September 2026 - 06:30 WIB

Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera

Minggu, 13 September 2026 - 02:50 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM

Berita Terbaru