TPG Guru SD dan SMP di Halmahera Selatan Belum Dicairkan, Ada Apa dengan Pemerintah Daerah?

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Halmahera Selatan – Keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Halmahera Selatan. Hingga saat ini, ratusan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengeluhkan hak mereka yang belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun Media Retorika Aktual, dana TPG dari pemerintah pusat dikabarkan sudah disalurkan ke pemerintah daerah. Fakta ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan guru: mengapa di Halmahera Selatan belum juga dicairkan?

Kondisi ini semakin memicu kekecewaan para tenaga pendidik karena sebagian besar kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku Utara dilaporkan sudah lebih dulu mencairkan TPG kepada para guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Daerah lain sudah cair, tapi di Halmahera Selatan sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami hanya ingin tahu kendalanya di mana,” ujar salah satu guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Para guru menilai keterlambatan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan mereka, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik. Sebab, TPG merupakan hak bagi guru yang telah memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi dan administrasi yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah guru bahkan mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, mengingat tunjangan tersebut merupakan program nasional yang semestinya disalurkan tepat waktu.

“Kalau dananya sudah dari pusat, kenapa di daerah belum dibayarkan? Ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kami para guru,” ungkap sumber lainnya.

Para guru di Halmahera Selatan berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan tersebut. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi dan kekecewaan yang lebih luas di kalangan guru.

Selain itu, mereka juga meminta agar instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk memproses pencairan TPG sehingga hak para guru dapat diterima tanpa harus menunggu lebih lama lagi.
Hingga berita ini diterbitkan, Media Retorika Aktual masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengenai penyebab belum dicairkannya Tunjangan Profesi Guru bagi guru SD dan SMP di daerah tersebut.

Para guru berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini, karena di balik keterlambatan tersebut ada harapan dan kebutuhan para tenaga pendidik yang selama ini mengabdi untuk mencerdaskan generasi bangsa. 📚 Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru