249 Desa “Ikat Pinggang” Jelang Ramadan, Berharap Dana Segera Dicairkan

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 249 desa di Kabupaten Halmahera Selatan terpaksa “ikat pinggang” akibat belum cairnya sejumlah anggaran yang menjadi penopang utama roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Kondisi ini membuat pemerintah desa harus menunda sejumlah program prioritas, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, operasional kantor desa, hingga pembayaran honor perangkat desa dan kader-kader pelayanan sosial.

Beberapa kepala desa mengaku, situasi ini cukup berat karena bertepatan dengan momentum Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah percepatan pencairan anggaran agar aktivitas pelayanan publik tidak terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, tetapi dengan keterbatasan anggaran tentu sangat berpengaruh. Harapan kami, menjelang puasa ini sudah ada kepastian pencairan,” ujar salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya.

Selain berdampak pada operasional pemerintahan desa, keterlambatan pencairan dana juga berimbas pada kegiatan sosial dan keagamaan yang biasanya meningkat selama Ramadan, seperti dukungan untuk kegiatan masjid, santunan warga kurang mampu, serta program ketahanan pangan desa.

Masyarakat pun berharap agar pemerintah daerah segera merespons persoalan ini secara serius. Pasalnya, desa merupakan ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan di tingkat paling bawah.

Para kepala desa menegaskan bahwa mereka tidak menuntut hal di luar ketentuan, melainkan hanya meminta hak anggaran yang telah direncanakan agar segera direalisasikan, sehingga roda pemerintahan desa dapat kembali berjalan normal di bulan penuh berkah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru