Halsel – Banjir bandang kembali melanda Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Minggu tgl 15/03 /2026 Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
Akibat hujan yang terus turun selama beberapa jam, dua sungai besar yang mengalir di tengah permukiman warga meluap dan menyebabkan air masuk ke sejumlah rumah warga. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada karena arus air datang cukup deras.
Berdasarkan keterangan warga, hujan mulai turun sejak sore hari dan masih berlangsung hingga malam. Debit air sungai yang meningkat dengan cepat membuat air meluap ke permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir di Desa Bobo sendiri disebut sudah menjadi langganan setiap musim hujan. Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa warga terpaksa mengamankan barang-barang mereka agar tidak rusak akibat genangan air yang masuk ke rumah.
Masyarakat Desa Bobo berharap pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Warga menilai diperlukan langkah penanganan yang nyata untuk mengatasi banjir yang terus terjadi setiap tahun.
Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah melakukan normalisasi sungai agar aliran air dapat kembali lancar dan tidak meluap ke kawasan permukiman.
Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah dapat membangun talut penahan tebing sungai serta memasang bronjong di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Pembangunan talut dan bronjong dinilai penting untuk memperkuat tebing sungai agar tidak mudah terkikis oleh arus air saat hujan deras.
Jika langkah penanganan tersebut tidak segera dilakukan, warga khawatir banjir yang terjadi di masa mendatang akan semakin besar dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih serius.
Banjir yang terus terjadi juga dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Genangan air yang berlangsung lama berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan para lansia.
Karena itu, masyarakat Desa Bobo berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi serta mengambil langkah cepat melalui normalisasi sungai, pembangunan talut, dan pemasangan bronjong guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.









