Banjir Bandang Melanda Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan, Hujan Sejak Sore Hingga Malam, Warga Minta Perhatian Pemerintah

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel – Banjir bandang kembali melanda Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Minggu tgl 15/03 /2026 Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.

Akibat hujan yang terus turun selama beberapa jam, dua sungai besar yang mengalir di tengah permukiman warga meluap dan menyebabkan air masuk ke sejumlah rumah warga. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada karena arus air datang cukup deras.

Berdasarkan keterangan warga, hujan mulai turun sejak sore hari dan masih berlangsung hingga malam. Debit air sungai yang meningkat dengan cepat membuat air meluap ke permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir di Desa Bobo sendiri disebut sudah menjadi langganan setiap musim hujan. Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah.

Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa warga terpaksa mengamankan barang-barang mereka agar tidak rusak akibat genangan air yang masuk ke rumah.

Masyarakat Desa Bobo berharap pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Warga menilai diperlukan langkah penanganan yang nyata untuk mengatasi banjir yang terus terjadi setiap tahun.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah melakukan normalisasi sungai agar aliran air dapat kembali lancar dan tidak meluap ke kawasan permukiman.

Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah dapat membangun talut penahan tebing sungai serta memasang bronjong di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Pembangunan talut dan bronjong dinilai penting untuk memperkuat tebing sungai agar tidak mudah terkikis oleh arus air saat hujan deras.

Jika langkah penanganan tersebut tidak segera dilakukan, warga khawatir banjir yang terjadi di masa mendatang akan semakin besar dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih serius.

Banjir yang terus terjadi juga dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Genangan air yang berlangsung lama berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan para lansia.

Karena itu, masyarakat Desa Bobo berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi serta mengambil langkah cepat melalui normalisasi sungai, pembangunan talut, dan pemasangan bronjong guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 594 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru