*Malam Takbiran Terganggu, Listrik Padam Berjam-jam di Bibinoi: Warga Geram, PLN Dinilai Lalai dan Abaikan Momentum Sakral Umat Islam*

- Penulis

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bacan Timur Tengah, WartaGlobal.Id – Momentum sakral malam takbiran di Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, tercoreng akibat pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam tanpa kejelasan. Peristiwa ini memantik kemarahan warga yang menilai pelayanan listrik tidak profesional pada saat krusial menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Sejak malam hari, aliran listrik dilaporkan padam secara tiba-tiba dan tidak kunjung normal. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Persiapan hidangan lebaran terhenti, pelaksanaan ibadah terganggu, hingga gema takbir yang semestinya berlangsung khidmat berubah menjadi keluhan di tengah kegelapan.

“Ini bukan sekadar lampu mati, ini merusak momen penting umat Islam. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada kejelasan,” ujar seorang warga dengan nada geram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memperlihatkan lemahnya sistem mitigasi dan komunikasi krisis dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di tengah momentum keagamaan yang membutuhkan stabilitas layanan, justru terjadi gangguan yang dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Selain mengganggu kenyamanan, padamnya listrik juga memicu kekhawatiran warga terhadap aspek keamanan. Lingkungan yang gelap gulita meningkatkan potensi gangguan ketertiban, sementara sebagian warga tidak memiliki sumber penerangan alternatif.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa gangguan serupa bukan kali pertama terjadi. Warga menilai persoalan listrik di wilayah tersebut kerap berulang tanpa solusi permanen. Hal ini memperkuat dugaan adanya persoalan mendasar dalam manajemen distribusi dan pengawasan jaringan listrik di tingkat daerah.

Baca Juga:  Diduga Keamanan Perusahaan Bersikap Permanen dan Arogan, Koalisi Pemerhati Masyarakat Pulau Obi Demo Kantor Harita Group di Labuha, Desak Arifin Saroa Bertanggung Jawab atas Penjualan Tanah dan masih berstatus sengketa

“Kalau di malam takbiran saja bisa mati berjam-jam, lalu di mana tanggung jawab pelayanan publik?” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN belum memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab pemadaman maupun estimasi pemulihan. Ketiadaan informasi ini dinilai melanggar prinsip transparansi pelayanan publik dan memperburuk kepercayaan masyarakat.

Dalam perspektif kode etik jurnalistik, informasi ini disusun berdasarkan keterangan warga terdampak dan pengamatan lapangan, dengan tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait. Namun, absennya respons dari PLN menjadi catatan serius dalam akuntabilitas pelayanan.

Warga Desa Bibinoi mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan listrik di Bacan Timur Tengah. Mereka meminta PLN tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu menjamin keandalan listrik, terutama pada momen penting keagamaan yang menyangkut kepentingan publik luas.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa pembenahan konkret, maka kepercayaan masyarakat terhadap layanan dasar negara berpotensi mengalami degradasi yang lebih dalam.

“Yang kami butuhkan bukan janji, tapi bukti nyata pelayanan yang bisa diandalkan,” tutup salah satu warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi
Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka
MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi
Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa
Dr. Abdillah Kamarullah Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif, Bupati Tekankan Peran Strategis dalam Kendalikan 9 Ribu ASN
GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi
DPC GPM Halmahera Selatan mendesak Polda Malut buka kembali kasus DBH Kawasi.
Warga Desa Babang Keluhkan Kondisi Sungai, Banjir Saat Hujan Rusak Kebun Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi

Minggu, 12 April 2026 - 01:13 WIB

Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:22 WIB

MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 11 April 2026 - 13:50 WIB

Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa

Jumat, 10 April 2026 - 03:22 WIB

GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi

Berita Terbaru