DPRD Halsel Siap Panggil Arifin Saroa, Ali Musu hingga PT Harita Group, Sengketa Lahan Soligi Disertai Dugaan Penggusuran

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – Sengketa lahan/agraria di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kian memanas dan menjadi sorotan publik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan menyatakan kesiapan mereka untuk memanggil seluruh pihak yang terlibat, menyusul meningkatnya tekanan masyarakat melalui aksi demonstrasi.

Aksi tersebut berlangsung di sejumlah titik strategis, mulai dari Kantor Bupati, Gedung DPRD, hingga Kantor PT Harita Group. Massa aksi mendesak agar DPRD segera bertindak tegas dan tidak membiarkan persoalan ini terus berlarut tanpa kepastian hukum.

Dalam pernyataannya, DPRD menegaskan akan memanggil Arifin Saroa, Ali Musu (Pa Alimusu), pihak TNI melalui Dandim, Polres Halmahera Selatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta pihak perusahaan PT Harita Group termasuk bagian legalnya untuk duduk bersama dalam satu forum resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua pihak akan kami panggil. Persoalan ini harus dibuka secara terang agar ada solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat,” tegas perwakilan DPRD di hadapan massa aksi.

Namun di balik rencana pemanggilan tersebut, situasi di lapangan justru semakin memanas. Warga mengungkapkan adanya dugaan penggusuran lahan yang selama ini telah dikelola oleh masyarakat, termasuk lahan yang diklaim oleh Ali Musu.

Ali Musu sendiri menuturkan bahwa dirinya telah menggarap lahan tersebut sejak tahun 1997. Lahan itu, menurutnya, menjadi sumber utama penghidupan keluarga selama puluhan tahun. Namun, ia mengaku haknya kini terancam setelah muncul klaim dari pihak lain.

Nama Arifin Saroa mencuat sebagai pihak yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut. Tidak hanya itu, lahan yang disengketakan disebut telah dijual kepada PT Trimega Bangun Persada, yang merupakan bagian dari PT Harita Group.

Persoalan semakin kompleks ketika muncul dugaan bahwa aktivitas perusahaan di lapangan telah mengarah pada penggusuran lahan tanpa penyelesaian yang tuntas dengan masyarakat yang menguasai lahan tersebut.

Baca Juga:  Dermaga Keberangkatan Pelabuhan Babang Disorot, Sejumlah Titik Berlubang Dibiarkan, Kepala UPP Kelas II Dinilai Lalai Jalankan SOP

Warga menilai, tindakan tersebut tidak hanya memicu konflik, tetapi juga berpotensi merampas hak masyarakat kecil yang telah lama menggantungkan hidupnya dari lahan tersebut.

Massa aksi secara tegas meminta agar dugaan penggusuran ini tidak diabaikan. Mereka mendesak DPRD untuk mengusut secara menyeluruh, termasuk menelusuri legalitas kepemilikan lahan serta proses jual beli yang dilakukan.

Selain itu, PT Harita Group juga didesak untuk bersikap transparan dengan membuka dokumen legalitas lahan yang menjadi dasar aktivitas mereka di wilayah tersebut.

“Kami tidak menolak investasi, tapi jangan sampai hak masyarakat diinjak. Kalau ada penggusuran, harus jelas dasar hukumnya,” tegas salah satu peserta aksi.

Peran pemerintah daerah melalui DPMD turut menjadi sorotan. Masyarakat menilai adanya kelemahan dalam pengawasan serta potensi kelalaian dalam memastikan tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan lahan di tingkat desa.

Sementara itu, aparat keamanan seperti TNI dan Polri diminta untuk tetap netral dan tidak berpihak dalam konflik ini. Kehadiran aparat diharapkan mampu menjaga stabilitas,

Situasi ini menjadi ujian serius bagi DPRD Halmahera Selatan. Publik menilai bahwa lembaga legislatif harus berani bersikap tegas, transparan, dan berpihak pada keadilan, terutama bagi masyarakat yang berada di posisi lemah.

Jika tidak ditangani dengan baik, sengketa lahan yang disertai dugaan penggusuran ini berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas di wilayah Obi Selatan.

Kini, masyarakat menaruh harapan besar pada DPRD agar tidak hanya berhenti pada rencana pemanggilan, tetapi benar-benar menghadirkan solusi nyata yang mampu menyelesaikan konflik secara adil dan menyeluruh.

Sengketa ini bukan hanya soal kepemilikan tanah, tetapi juga menyangkut hak hidup masyarakat serta kehadiran negara dalam memberikan perlindungan terhadap warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi
Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka
MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi
Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa
Dr. Abdillah Kamarullah Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif, Bupati Tekankan Peran Strategis dalam Kendalikan 9 Ribu ASN
GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi
DPC GPM Halmahera Selatan mendesak Polda Malut buka kembali kasus DBH Kawasi.
Warga Desa Babang Keluhkan Kondisi Sungai, Banjir Saat Hujan Rusak Kebun Warga
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi

Minggu, 12 April 2026 - 01:13 WIB

Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:22 WIB

MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 11 April 2026 - 13:50 WIB

Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa

Jumat, 10 April 2026 - 03:22 WIB

GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi

Berita Terbaru