APH Didesak Turun Tangan, Pendamping Desa Diduga Terlibat Manipulasi LPJ APBDes dan Dana Desa Fiktif

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan — Dugaan penyimpangan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) kembali mengemuka dan memantik reaksi keras publik.

 

Aparat Penegak Hukum (APH) kini didesak segera turun tangan mengusut dugaan manipulasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa yang diduga melibatkan oknum pendamping desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, laporan penggunaan Dana Desa di sejumlah desa diduga hanya rapi secara administratif, namun tidak didukung realisasi kegiatan di lapangan. Sejumlah program yang tercantum dalam LPJ, baik kegiatan fisik maupun nonfisik, tidak ditemukan bukti pelaksanaannya.

 

Ironisnya, laporan-laporan tersebut justru ditangani dan dikendalikan oleh pendamping desa yang seharusnya berfungsi sebagai pembina, pengawas, dan penjaga akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik manipulasi LPJ yang bersifat sistematis dan terstruktur.

 

“Di atas kertas kegiatannya ada, anggarannya terserap, tetapi di lapangan nihil. Ini patut diduga sebagai laporan fiktif,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

 

Lebih jauh, dugaan penyimpangan ini disebut tidak terjadi di satu atau dua desa saja, melainkan hampir merata di sejumlah desa. Hal tersebut mengindikasikan adanya pola yang sama dalam penyusunan LPJ APBDes, sehingga memperkuat kecurigaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam mengamankan laporan agar pencairan anggaran tetap berjalan.

Baca Juga:  UPP Babang Tegaskan Pelayanan Kapal Liner Berjalan Sesuai Regulasi, Dorong Sinergi Antarinstansi

 

Masyarakat menilai, jika pendamping desa terbukti terlibat, maka praktik ini bukan lagi sekadar kesalahan administrasi, melainkan dugaan tindak pidana yang berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Dana Desa yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat justru diduga disalahgunakan.

 

Oleh karena itu, publik mendesak APH, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh.

 

Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kepala desa, tetapi juga menelusuri peran pendamping desa, mulai dari proses perencanaan, pendampingan, hingga penyusunan dan pengesahan LPJ APBDes.

Selain APH, Inspektorat Daerah juga diminta melakukan audit investigatif secara menyeluruh dan transparan, bukan sekadar pemeriksaan administratif. Hasil audit diharapkan dibuka ke publik sebagai bentuk akuntabilitas.

 

“Jika benar LPJ dimanipulasi dan kegiatannya fiktif, maka semua pihak yang terlibat harus diproses hukum tanpa pandang bulu. Jangan hanya kepala desa yang dikorbankan,” tegas seorang tokoh masyarakat.

 

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum dan tata kelola Dana Desa. Publik berharap APH berani membongkar dugaan praktik manipulasi LPJ APBDes hingga ke akar-akarnya, demi menciptakan pengelolaan Dana Desa yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kafe Literasi di Desa Maraboseh Tampil Modern, Hadirkan Ruang Edukasi dan Menu Siap Saji untuk Masyarakat
PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group) Diminta Bertanggung Jawab atas Dugaan Perusakan Kebun Warga
Diduga Rusak Kebun Milik Alimusu La Damili di Desa Soligi, PT Trimegah Bangun Persada Disorot Keras, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
Dugaan Kasus DBH Kawasi Disorot Tajam, GPM Halsel Siap Surati Mabes Polri: Desak Transparansi dan Evaluasi Polda Malut
GPM Halsel Kawal Ketat Proyek Jalan Lingkar Bacan Barat, Tegaskan Komitmen Awasi Hingga Tuntas
Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi
Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka
MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi
Berita ini 194 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:31 WIB

Kafe Literasi di Desa Maraboseh Tampil Modern, Hadirkan Ruang Edukasi dan Menu Siap Saji untuk Masyarakat

Selasa, 14 April 2026 - 09:07 WIB

PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group) Diminta Bertanggung Jawab atas Dugaan Perusakan Kebun Warga

Selasa, 14 April 2026 - 08:57 WIB

Diduga Rusak Kebun Milik Alimusu La Damili di Desa Soligi, PT Trimegah Bangun Persada Disorot Keras, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan

Selasa, 14 April 2026 - 03:41 WIB

Dugaan Kasus DBH Kawasi Disorot Tajam, GPM Halsel Siap Surati Mabes Polri: Desak Transparansi dan Evaluasi Polda Malut

Selasa, 14 April 2026 - 02:33 WIB

GPM Halsel Kawal Ketat Proyek Jalan Lingkar Bacan Barat, Tegaskan Komitmen Awasi Hingga Tuntas

Berita Terbaru