Nama Ibu Windi Disebut Jadi Pemicu Kekacawan Pembagian Kelompok UMKM, Warga Kawasi Lama Protes di Kantor PT Harita Group

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, Kecamatan Obi – Kekacawan terjadi di kantor PT Harita Group setelah warga Desa Kawasi Lama melayangkan protes keras terkait pembagian kelompok pedagang UMKM yang dinilai tidak adil dan tidak merata. Adu mulut antara warga pun tak terhindarkan saat mereka mempertanyakan kebijakan tersebut.

Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, polemik ini diduga dipicu oleh penjelasan pembagian kelompok yang disampaikan oleh seorang perempuan bernama Windi. Dalam proses tersebut, sejumlah warga menilai kebijakan yang disampaikan justru menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat Desa Kawasi Lama.

Sumber menyebutkan, banyak warga Kawasi Lama yang tidak masuk dalam daftar kelompok pedagang, sehingga tidak mendapatkan kesempatan berjualan di area UMKM Kawasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, menurut mereka, masyarakat Kawasi Lama memiliki hak yang sama untuk mendapatkan tempat berusaha di wilayah tersebut.

“Pembagian kelompok ini tidak adil. Banyak masyarakat Kawasi Lama yang tidak dimasukkan dalam kelompok, sementara yang lain sudah mendapatkan tempat. Ini yang membuat warga marah,” ungkap sumber kepada media ini.

Kekecewaan warga akhirnya memuncak hingga memicu keributan di kantor PT Harita Group. Warga secara terbuka mempertanyakan transparansi pendataan dan mekanisme pembagian kelompok yang dinilai tidak jelas.

Beberapa warga bahkan menilai persoalan ini tidak akan terjadi jika proses pendataan dilakukan secara terbuka serta melibatkan seluruh masyarakat yang berhak. Mereka juga mendesak agar pihak yang memberikan penjelasan terkait pembagian kelompok, yakni ibu Windi, segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat.

Menurut warga, polemik ini telah menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat, bahkan berpotensi memicu perpecahan antarwarga jika tidak segera diselesaikan.

“Kami hanya menuntut keadilan. Jangan sampai masyarakat Kawasi Lama diperlakukan berbeda, karena kami juga memiliki hak yang sama untuk berjualan di UMKM Kawasi,” tegas sumber tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada ibu Windi maupun pihak PT Harita Group terkait polemik pembagian kelompok pedagang UMKM yang memicu ketegangan tersebut.

Warga berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini tidak terus berkembang dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 271 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru