Halmahera Selatan, Kecamatan Obi – Kekacawan terjadi di kantor PT Harita Group setelah warga Desa Kawasi Lama melayangkan protes keras terkait pembagian kelompok pedagang UMKM yang dinilai tidak adil dan tidak merata. Adu mulut antara warga pun tak terhindarkan saat mereka mempertanyakan kebijakan tersebut.
Berdasarkan informasi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, polemik ini diduga dipicu oleh penjelasan pembagian kelompok yang disampaikan oleh seorang perempuan bernama Windi. Dalam proses tersebut, sejumlah warga menilai kebijakan yang disampaikan justru menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat Desa Kawasi Lama.
Sumber menyebutkan, banyak warga Kawasi Lama yang tidak masuk dalam daftar kelompok pedagang, sehingga tidak mendapatkan kesempatan berjualan di area UMKM Kawasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, menurut mereka, masyarakat Kawasi Lama memiliki hak yang sama untuk mendapatkan tempat berusaha di wilayah tersebut.
“Pembagian kelompok ini tidak adil. Banyak masyarakat Kawasi Lama yang tidak dimasukkan dalam kelompok, sementara yang lain sudah mendapatkan tempat. Ini yang membuat warga marah,” ungkap sumber kepada media ini.
Kekecewaan warga akhirnya memuncak hingga memicu keributan di kantor PT Harita Group. Warga secara terbuka mempertanyakan transparansi pendataan dan mekanisme pembagian kelompok yang dinilai tidak jelas.
Beberapa warga bahkan menilai persoalan ini tidak akan terjadi jika proses pendataan dilakukan secara terbuka serta melibatkan seluruh masyarakat yang berhak. Mereka juga mendesak agar pihak yang memberikan penjelasan terkait pembagian kelompok, yakni ibu Windi, segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
Menurut warga, polemik ini telah menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat, bahkan berpotensi memicu perpecahan antarwarga jika tidak segera diselesaikan.
“Kami hanya menuntut keadilan. Jangan sampai masyarakat Kawasi Lama diperlakukan berbeda, karena kami juga memiliki hak yang sama untuk berjualan di UMKM Kawasi,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada ibu Windi maupun pihak PT Harita Group terkait polemik pembagian kelompok pedagang UMKM yang memicu ketegangan tersebut.
Warga berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini tidak terus berkembang dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.









