PT Harita Group Diduga Intimidasi Masyarakat Desa Soligi, Buka Patok Lahan Milik Warga Seluas 6,5 Hektar

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan – Aktivitas perusahaan tambang PT Harita Group di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan publik. Perusahaan tersebut diduga melakukan intimidasi terhadap masyarakat saat membuka patok lahan yang diklaim sebagai milik warga.

Lahan yang menjadi polemik tersebut diketahui milik seorang warga Desa Soligi bernama Alimusu La Damili, dengan luas sekitar 6,5 hektar. Tanah tersebut selama ini menjadi bagian penting dari ruang hidup pemiliknya dan telah lama digunakan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Namun, menurut informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, pihak perusahaan mendatangi lokasi lahan dan melakukan pembukaan patok yang sebelumnya dipasang oleh pemilik lahan sebagai tanda batas kepemilikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan tersebut memicu ketegangan di tengah masyarakat Desa Soligi. Warga menilai langkah perusahaan membuka patok di lahan yang masih diklaim sebagai milik warga merupakan tindakan yang tidak menghormati hak-hak masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, pihak perusahaan juga diduga menunjukkan sikap keras kepada pemilik lahan. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat karena konflik lahan yang seharusnya diselesaikan melalui dialog justru berpotensi menimbulkan tekanan terhadap warga.

Bagi masyarakat Desa Soligi, persoalan ini bukan sekadar sengketa lahan biasa. Tanah yang dipersoalkan tersebut merupakan bagian dari sumber penghidupan dan ruang hidup yang selama ini menjadi sandaran ekonomi keluarga pemiliknya.

Warga berharap perusahaan dapat mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi serta menghormati hak masyarakat atas tanah yang telah lama mereka kelola.
Di tengah situasi tersebut, sikap pemerintah daerah juga menjadi perhatian publik. Hasan Ali Bassam Kasuba bersama Helmi Umar Muchsin dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam menyikapi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Desa Soligi.

Sejumlah warga bahkan menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai masih diam di tengah konflik yang sedang terjadi. Mereka berharap pemerintah tidak tinggal diam ketika masyarakat berhadapan dengan perusahaan besar dalam persoalan yang menyangkut hak atas tanah.

Kasus ini kembali memperlihatkan potensi konflik agraria yang terus terjadi di wilayah Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, terutama di daerah yang menjadi lokasi aktivitas industri dan pertambangan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan persoalan ini diselesaikan secara adil dan transparan, serta memastikan tidak ada tindakan intimidasi terhadap warga yang sedang mempertahankan hak atas tanah mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Harita Group masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh penjelasan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap masyarakat Desa Soligi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi
Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak
Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera
Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui
Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM
Obi Barat Cup Resmi Bergulir, Wasit Fandi Junaib Pimpin Pertandingan
Turnamen Obi Barat Cup Baru 15 Menit Dimulai, Kebakaran Hebohkan Desa Jikohay
Camat Obi Barat Resmi Buka Turnamen Obi Barat Cup, Jadi Ajang Silaturahmi dan Seleksi Pemain Menuju Bupati Cup
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:44 WIB

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi

Minggu, 13 September 2026 - 06:54 WIB

Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak

Minggu, 13 September 2026 - 06:30 WIB

Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera

Minggu, 13 September 2026 - 02:50 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM

Berita Terbaru