Diduga Dikeroyok Dua Oknum TNI, Warga Madapolo Alami Luka Lebam dan Trauma

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

OBI, RETORIKAAKTUAL. COM– Seorang warga sipil asal Desa Madapolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua oknum anggota TNI. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIT di wilayah Desa Kawasi.

Korban bernama La Fahmi mengalami luka lebam serta pembengkakan pada bagian wajah akibat dugaan tindak kekerasan tersebut. Insiden itu terjadi di sekitar pantai Kawasi, sesaat setelah speedboat rute Kupal–Kawasi tiba dan menurunkan penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari persoalan sepele terkait sebuah toples milik salah satu oknum TNI yang diduga kehilangan penutup saat proses bongkar muat barang dari speedboat.

“Dua anggota TNI berinisial G dan N, yang diketahui bersaudara, turun dari speed. Saat saya membantu mengangkat barang ke pantai, salah satu dari mereka marah karena penutup toplesnya sudah tidak ada,” ujar La Fahmi kepada wartawan.

Korban mengaku telah berupaya menenangkan situasi dengan menyampaikan permohonan maaf serta menyarankan agar persoalan tersebut disampaikan kepada pihak speedboat untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Saya sampaikan baik-baik, kalau barangnya hilang bisa disampaikan ke pihak speed untuk diganti. Tapi saya justru dimaki dengan kata-kata kasar. Saya disebut ‘anjing’ dan ‘babi’,” ungkapnya.

Merasa tidak pantas diperlakukan demikian, La Fahmi mengaku sempat menegur secara lisan agar tidak berbicara kasar. Namun, teguran tersebut justru memicu dugaan aksi kekerasan.

“Saya bilang jangan bicara kasar. Setelah itu, kedua oknum tersebut langsung memukul saya dan mengeroyok saya,” katanya.

Aksi pengeroyokan tersebut akhirnya berhenti setelah orang tua mertua korban dan sejumlah warga setempat datang melerai. Korban mengaku, tanpa kehadiran warga, situasi tersebut berpotensi berakibat fatal.

“Kalau tidak ada papa mantu dan warga yang datang, mungkin saya sudah mati,” ujar La Fahmi dengan nada trauma.

Atas kejadian itu, korban menegaskan tidak menerima perlakuan kekerasan yang dialaminya dan meminta agar kedua oknum anggota TNI tersebut diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

“Saya heran, hanya karena merasa sebagai anggota, bisa memperlakukan warga sipil seperti ini. Saya dipukul tanpa alasan yang jelas. Saya minta kasus ini diproses,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Redaksi Nalarsatu.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Catatan Redaksi:

Rilisan ini diterima Redaksi Nalarsatu.com pada 29 Januari 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi
Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak
Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera
Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui
Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM
Obi Barat Cup Resmi Bergulir, Wasit Fandi Junaib Pimpin Pertandingan
Turnamen Obi Barat Cup Baru 15 Menit Dimulai, Kebakaran Hebohkan Desa Jikohay
Camat Obi Barat Resmi Buka Turnamen Obi Barat Cup, Jadi Ajang Silaturahmi dan Seleksi Pemain Menuju Bupati Cup
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:44 WIB

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi

Minggu, 13 September 2026 - 06:54 WIB

Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak

Minggu, 13 September 2026 - 06:30 WIB

Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera

Minggu, 13 September 2026 - 02:50 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM

Berita Terbaru