HALMAHERA SELATAN – Aktivitas sebuah kapal tanker bertuliskan EVEREST XL yang saat ini berlabuh di Dermaga Pelabuhan Kelas II Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi sorotan masyarakat. Kapal tersebut diduga akan melakukan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dalam jumlah besar pada Rabu malam (24/6/2026).
Informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa kapal tanker tersebut telah berada di kawasan Pelabuhan Babang selama lebih dari satu minggu. Menurut sumber tersebut, sebelum meninggalkan pelabuhan, kapal diduga akan melakukan pemuatan solar bersubsidi dengan jumlah yang diperkirakan mencapai lima ton.
“Kapal EVEREST XL sudah berlabuh di Pelabuhan Babang sekitar satu minggu lebih. Informasinya, sebelum berangkat malam ini akan ada pemuatan solar bersubsidi setelah kapal penumpang tujuan Babang–Ternate meninggalkan pelabuhan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber tersebut mengaku memperoleh informasi dari sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas di sekitar pelabuhan. Ia bahkan menyebut dugaan pemuatan BBM subsidi ke kapal tanker tersebut bukan pertama kali terjadi.
“Kalau informasi yang kami terima, pemuatan solar subsidi ke kapal itu sudah beberapa kali dilakukan. Jadi bukan baru pertama kali,” ujarnya.
Dugaan tersebut menimbulkan perhatian publik mengingat BBM bersubsidi merupakan komoditas yang penggunaannya diatur secara ketat oleh pemerintah. Penyaluran BBM subsidi pada dasarnya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak boleh diperjualbelikan ataupun didistribusikan secara bebas di luar mekanisme yang telah ditetapkan.
Apabila benar terjadi pemuatan BBM subsidi dalam jumlah besar untuk kepentingan yang tidak sesuai peruntukannya, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara serta mengganggu distribusi energi kepada masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Masyarakat sekitar pelabuhan berharap aparat terkait dapat melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap aktivitas pengisian maupun pengangkutan BBM yang berlangsung di wilayah Pelabuhan Babang. Pengawasan dianggap penting guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.
Selain itu, masyarakat juga meminta pihak berwenang, termasuk aparat kepolisian, instansi pengawas migas, dan pihak pelabuhan untuk turun langsung melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi yang beredar.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Tetapi kalau benar ada aktivitas yang melanggar aturan, maka harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Usai menerima informasi tersebut, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kapal EVEREST XL guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait dugaan pemuatan BBM subsidi tersebut. Namun upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.
Saat wartawan mendatangi area kapal, akses untuk melakukan konfirmasi secara langsung mengalami kendala sehingga hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari nahkoda, operator kapal, maupun pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas operasional kapal tersebut.
Media ini juga belum memperoleh tanggapan dari pihak Pelabuhan Kelas II Babang maupun aparat penegak hukum terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Karena itu, demi menjaga transparansi dan mencegah berkembangnya spekulasi publik, pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan resmi mengenai aktivitas kapal EVEREST XL yang saat ini tengah berlabuh di Pelabuhan Babang.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima dari narasumber di lapangan dan masih memerlukan konfirmasi dari seluruh pihak terkait. Oleh sebab itu, media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak kapal EVEREST XL, pengelola pelabuhan, maupun instansi berwenang untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.








