Ketua BARAH Ady Hi Adam Desak Satgas PKH Selidiki Dugaan Kerusakan Lingkungan di Kawasi, Ancam Aksi di Lingkar Tambang dan Kantor KPH

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Ketua Badan Advokasi Rakyat Halmahera (BARAH), Ady Hi Adam, S.Sos, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah terkait dugaan kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah lingkar tambang Desa Kawasi dan sejumlah titik di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Ady mendesak Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) agar segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di kawasan tersebut yang diduga mengalami tekanan serius akibat aktivitas industri pertambangan.

Menurutnya, negara tidak boleh menutup mata terhadap kondisi lingkungan di Pulau Obi yang semakin hari dinilai semakin rentan akibat ekspansi industri ekstraktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara melalui Satgas PKH harus segera turun melakukan investigasi secara menyeluruh dan mendalam terhadap dugaan kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah lingkar tambang Kawasi dan sejumlah titik lainnya di Pulau Obi,” tegas Ady.

Ia menyebut sejumlah wilayah yang patut mendapat perhatian serius pemerintah, salah satunya kawasan Akelamo serta beberapa titik kawasan konservasi lain yang diduga terdampak aktivitas industri di lingkar tambang Pulau Obi.

Ady menegaskan, jika dalam proses investigasi ditemukan adanya pelanggaran lingkungan atau kerusakan kawasan hutan, maka pemerintah harus berani menegakkan hukum secara tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Jika ada pelanggaran lingkungan, maka harus ada tindakan hukum yang jelas. Tidak boleh ada pembiaran. Selain penindakan, pemulihan ekosistem di wilayah terdampak juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Meski demikian, Ady menegaskan bahwa BARAH pada prinsipnya tidak menolak investasi. Ia mengakui bahwa investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Namun ia mengingatkan, investasi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

“Investasi memang penting untuk pembangunan, tetapi tidak boleh mengorbankan hutan, lingkungan hidup, serta ruang hidup masyarakat yang telah lama bergantung pada ekosistem di Pulau Obi,” katanya.

Lebih jauh, Ady juga mengingatkan pemerintah agar tidak terkesan membiarkan dugaan kerusakan lingkungan tersebut tanpa langkah konkret. Jika tidak ada tindakan serius dari pemerintah, BARAH mengaku siap menggerakkan aksi protes bersama masyarakat.

“Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah, maka BARAH bersama masyarakat siap turun melakukan aksi demonstrasi di wilayah lingkar tambang Pulau Obi maupun di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Kami tidak ingin kerusakan lingkungan terus dibiarkan tanpa pengawasan dan tindakan tegas,” tegasnya.

Menurut Ady, Pulau Obi dan Desa Kawasi bukan sekadar wilayah kaya sumber daya nikel dan hasil hutan. Di kawasan itu terdapat kehidupan masyarakat serta keseimbangan ekosistem yang harus dijaga demi masa depan generasi berikutnya.

“Tanah Kawasi dan Pulau Obi bukan sekadar hamparan nikel dan kayu. Di sana ada ruang hidup masyarakat serta masa depan lingkungan yang harus dijaga. Negara harus hadir memastikan hutan dan ekosistem tidak dikorbankan oleh aktivitas industri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru