Masyarakat Gane Barat Pertanyakan Realisasi DBH Perusahaan Kelapa Sawit Rp10 Miliar, Infrastruktur Dinilai Belum Berubah

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Masyarakat di Kecamatan Gane Barat mempertanyakan realisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) dari perusahaan kelapa sawit yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut dikabarkan telah dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan.

 

Hingga kini, warga mengaku belum merasakan dampak signifikan dari penggunaan anggaran tersebut, terutama terhadap pembangunan infrastruktur maupun pengembangan sektor pertanian di wilayah Gane Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sejumlah ruas jalan utama masih mengalami kerusakan, beberapa jembatan penghubung antarwilayah dinilai belum memadai, sementara akses distribusi hasil pertanian masih menjadi kendala yang dihadapi masyarakat setiap hari.

 

“Kalau memang dana sebesar itu sudah dialokasikan, masyarakat tentu berhak mengetahui program apa saja yang telah dilaksanakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan,” ujar salah seorang warga Gane Barat yang enggan disebutkan namanya.

 

Menurut warga, nilai anggaran tersebut semestinya mampu memberikan perubahan nyata terhadap kondisi infrastruktur dasar dan mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.

 

Selain warga, sejumlah aktivis muda di Halmahera Selatan juga meminta pemerintah daerah membuka informasi secara transparan mengenai penggunaan DBH perusahaan kelapa sawit tersebut.

 

Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah publik.

 

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka program yang dibiayai dari dana tersebut, termasuk lokasi pekerjaan, besaran anggaran, serta progres pelaksanaannya. Transparansi adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ujar salah seorang aktivis.

 

Aktivis tersebut juga mendorong DPRD Halmahera Selatan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan resmi dari organisasi perangkat daerah yang menerima alokasi dana tersebut.

 

Menurut mereka, apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran, maka hal tersebut sebaiknya ditindaklanjuti melalui mekanisme audit oleh lembaga yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Di sisi lain, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti apabila nantinya ditemukan indikasi pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan lembaga yang berwenang.

 

Hingga berita ini disusun, Dinas PUPR maupun Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan DBH perusahaan kelapa sawit yang menjadi perhatian masyarakat. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.

 

Masyarakat Gane Barat berharap pemerintah daerah segera menyampaikan penjelasan secara terbuka agar polemik mengenai penggunaan dana tersebut tidak terus berkembang dan kepastian mengenai realisasi program pembangunan dapat diketahui publik.

 

Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan resmi dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi
Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak
Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera
Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui
Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM
Obi Barat Cup Resmi Bergulir, Wasit Fandi Junaib Pimpin Pertandingan
Turnamen Obi Barat Cup Baru 15 Menit Dimulai, Kebakaran Hebohkan Desa Jikohay
Camat Obi Barat Resmi Buka Turnamen Obi Barat Cup, Jadi Ajang Silaturahmi dan Seleksi Pemain Menuju Bupati Cup
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:44 WIB

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi

Minggu, 13 September 2026 - 06:54 WIB

Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak

Minggu, 13 September 2026 - 06:30 WIB

Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera

Minggu, 13 September 2026 - 02:50 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM

Berita Terbaru