Pemerintah Daerah Dinilai Tutup Mata: Dasmi Ambil 4 Ton Minyak dari Seram, Disperindagkop Bungkam

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALMAHERA SELATAN – Dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) subsidi ilegal dari Pulau Seram ke Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kian menuai sorotan tajam. Warga Desa Kawasi dan Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, mengeluhkan harga BBM subsidi yang dijual hingga Rp11.000 per liter, jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah justru dinilai tutup mata. Hingga kini, belum terlihat langkah konkret untuk menertibkan distribusi BBM subsidi yang diduga tidak tepat sasaran dan membebani masyarakat.

Desa Soligi, dengan jumlah penduduk hampir 2.000 jiwa, diketahui belum memiliki pangkalan resmi BBM subsidi. Kekosongan distribusi ini diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjual BBM dengan harga tinggi tanpa pengawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga mengaku tidak memiliki pilihan selain membeli dengan harga mahal.

“Ini kebutuhan sehari-hari. Mau tidak mau tetap kami beli walaupun mahal,” ujar salah satu warga.

Saat dikonfirmasi, Hasbi selaku pemilik minyak tanah mengakui bahwa pasokan BBM diperoleh dari Pulau Seram sebanyak sekitar 4 ton, dengan harga Rp9.000 per liter. Ia berdalih harga jual Rp11.000 per liter ditetapkan untuk menutup biaya transportasi.

“Kami ambil dari Seram harga Rp9.000, jadi kami jual Rp11.000 karena biaya transportasi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa distribusi BBM subsidi di wilayah Obi tidak melalui jalur resmi. Padahal, sesuai regulasi, BBM subsidi wajib disalurkan melalui agen atau pangkalan resmi yang ditunjuk pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Halmahera Selatan, Anai Rajilun, tidak memberikan tanggapan. Sikap bungkam ini memperkuat penilaian publik bahwa pemerintah daerah belum serius menangani persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelumnya, pihak internal dinas juga terkesan saling lempar tanggung jawab. Kabid terkait, Karmila, sempat mengarahkan konfirmasi kepada Kepala Dinas, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang disampaikan ke publik.

Akibat lemahnya pengawasan, masyarakat kini harus menanggung dampak langsung. Tingginya harga BBM turut memicu kenaikan biaya transportasi hingga kebutuhan pokok lainnya, yang pada akhirnya semakin menekan ekonomi warga kecil.

Masyarakat Desa Soligi dan Kawasi mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta adanya tindakan tegas terhadap dugaan peredaran ilegal, sekaligus menghadirkan pangkalan resmi BBM subsidi di wilayah mereka.

“Pemerintah jangan diam. Kami butuh solusi, bukan pembiaran,” tegas warga.

Kasus ini menjadi cerminan lemahnya tata kelola distribusi BBM subsidi di daerah. Jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius, praktik serupa berpotensi terus terjadi dan semakin merugikan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru