OBI, Retorikaaktual. Com – Dugaan insiden pengeroyokan yang melibatkan seorang warga sipil asal Desa Madapolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan dua anggota TNI di Desa Kawasi, Kamis (—) pagi sekitar pukul 10.00 WIT, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Korban, La Fahmi, sempat mengalami luka lebam serta pembengkakan di bagian wajah akibat insiden yang terjadi di sekitar kawasan pantai Kawasi, sesaat setelah speedboat rute Kupal–Kawasi tiba dan menurunkan penumpang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan terbaru, pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIT, dilakukan proses mediasi yang dipimpin Babinsa Desa Kawasi, Koptu Halim Kilwaga, bersama pihak Intel Kodam yang diwakili Dewa. Mediasi tersebut mempertemukan dua anggota TNI berinisial G dan N dengan korban.
Dalam pertemuan tersebut, kedua anggota TNI menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban, dan permintaan maaf tersebut diterima dengan baik oleh La Fahmi.
La Fahmi membenarkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.
“Benar, sore tadi mereka datang bersama Babinsa dan pihak Intel Kodam ke kos saya dan menyampaikan permohonan maaf. Saya sudah memaafkan. Kejadian pagi itu hanya kesalahpahaman,” ujar La Fahmi.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bersama agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi dan sikap saling menghargai.
Sementara itu, Babinsa Koptu Halim Kilwaga saat dikonfirmasi membenarkan adanya proses mediasi tersebut dan menegaskan bahwa persoalan telah dinyatakan selesai.
“Benar, saya bersama pihak Intel Kodam sudah memediasi kedua belah pihak. Mereka sudah berdamai dan masalah dinyatakan selesai,” katanya.
Diketahui, insiden tersebut dipicu oleh persoalan sepele terkait sebuah toples milik salah satu anggota TNI yang diduga kehilangan penutup saat proses bongkar muat barang dari speedboat. Situasi sempat memanas, namun berhasil dilerai oleh warga setempat sehingga tidak berkembang lebih jauh.
Dengan adanya mediasi serta pernyataan saling memaafkan dari kedua belah pihak, insiden tersebut resmi diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. (red)









