Anggaran Dana Desa Gonone 2024–2025 Diduga Fiktif, Warga Desak Inspektorat Segera Turun Audit

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RETORIKAAKTUAL.COM HALMAHERA SELATAN Kecamatan kepulawan joronga – Pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD/DD) Desa Gonone, Kabupaten Halmahera Selatan, pada tahun anggaran 2024 hingga 2025 menuai sorotan serius dari masyarakat. Sejumlah program dan kegiatan yang tercantum dalam dokumen anggaran desa diduga tidak direalisasikan, bahkan disebut fiktif, karena tidak ditemukan wujud pekerjaan maupun manfaat nyata di lapangan.

 

Berdasarkan keterangan warga Desa Gonone, pada tahun anggaran 2024 terdapat sejumlah kegiatan bernilai ratusan juta rupiah yang dipertanyakan realisasinya. Salah satunya rehabilitasi transportasi desa senilai Rp54.000.000 yang diduga fiktif karena tidak ditemukan aset atau barang hasil kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Selain itu, rehabilitasi sarana dan energi alternatif tingkat desa dengan anggaran Rp200.000.000 juga disorot lantaran hingga kini tidak ada bukti fisik maupun kegiatan yang dapat ditunjukkan kepada masyarakat.

Program bantuan siswa miskin berprestasi dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan.

 

Warga menyebut bantuan hanya diberikan kepada siswa yang mengikuti ujian, sementara program bantuan berkelanjutan sebagaimana tertuang dalam anggaran tidak direalisasikan secara menyeluruh.

 

Pada sektor kesehatan, pos kesehatan desa diduga tidak memiliki pengadaan obat-obatan dari anggaran desa. Warga mengungkapkan seluruh obat yang tersedia berasal dari kecamatan dan berada di polindes, sehingga anggaran pos kesehatan desa dinilai tidak transparan.

 

Masalah serius juga ditemukan pada pengadaan bibit pertanian. Dari total anggaran sebesar Rp154.284.000, realisasi fisik yang diterima masyarakat hanya sekitar 5 ton bibit dengan nilai diperkirakan Rp25 juta, sehingga memunculkan dugaan adanya selisih anggaran fiktif yang cukup besar.

Baca Juga:  Nama Muhammad Nasir Tercantum di Dokumen UKL-UPL Tambang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan Disorot: Muncul Dugaan Ketidaksesuaian Prosedur

 

Selain itu, rehabilitasi gorong-gorong atau got senilai Rp220.520.000 serta rehabilitasi pengerasan permukiman dan gang senilai Rp75.412.000 juga diduga fiktif karena hingga saat ini tidak ditemukan adanya pengerjaan fisik di Desa Gonone.

 

Kegiatan festival kesenian keagamaan dengan anggaran Rp115.200.000 dan lomba pemuda senilai Rp30.000.000 juga disebut tidak pernah dilaksanakan dan tidak melibatkan masyarakat desa sepanjang tahun anggaran 2024.

Sementara itu, pada tahun anggaran 2025, dugaan kegiatan fiktif kembali mencuat. Vestival kesenian keagamaan senilai Rp46.200.000, pengadaan atau rehabilitasi transportasi desa sebesar Rp100.000.000, serta pengadaan bibit agar senilai Rp100.000.000 diduga tidak direalisasikan karena tidak ada kegiatan maupun barang yang diterima masyarakat Desa Gonone.

 

Atas berbagai dugaan tersebut, masyarakat Desa Gonone mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa Gonone. Warga juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta aparat penegak hukum untuk mengawasi dan menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Gonone, Sahmal Baharudin, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan kegiatan fiktif dan pengelolaan Dana Desa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi
Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka
MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi
Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa
Dr. Abdillah Kamarullah Resmi Dilantik sebagai Sekda Definitif, Bupati Tekankan Peran Strategis dalam Kendalikan 9 Ribu ASN
GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi
DPC GPM Halmahera Selatan mendesak Polda Malut buka kembali kasus DBH Kawasi.
Warga Desa Babang Keluhkan Kondisi Sungai, Banjir Saat Hujan Rusak Kebun Warga
Berita ini 193 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Disorot Dishub Halsel, PT Ajul Safikram Lines Buka Suara: KM Venecian Tak Langgar Izin Trayek, Justru Layani Kebutuhan Mendesak Masyarakat Obi

Minggu, 12 April 2026 - 01:13 WIB

Ditekan di Kantor Pusat, BIM Malut Desak Pimpinan PT GMM Segera Copot Humas Mahdi M. Nur: Dugaan Permainan Terselubung Beasiswa Kian Terbuka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:22 WIB

MBG Amasing Kota Barat Bantu Siswa Tetap Fokus Belajar, SDN 70 Halsel Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 11 April 2026 - 13:50 WIB

Audiensi Jadi Titik Tekan: BIM Malut Gugat Akurasi Data 40 Mahasiswa Penerima Beasiswa

Jumat, 10 April 2026 - 03:22 WIB

GPM Halsel Akan Gelar Aksi Besar, Desak Polda Malut Transparan Tangani Dugaan Kasus DBH Desa Kawasi

Berita Terbaru