HALMAHERA SELATAN – Kemacetan parah di area pasar setiap Sabtu dan Minggu kini bukan lagi kejadian insidental, melainkan rutinitas yang terus dibiarkan. Arus keluar-masuk kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak terkendali membuat aktivitas pasar lumpuh dan memicu keresahan warga, khususnya para pedagang.
Warga menilai Dinas Perhubungan (Dishub) gagal menjalankan fungsi pengaturan lalu lintas dan parkir. Pasalnya, kendaraan roda empat masih bebas keluar-masuk area pasar, padahal kondisi tersebut menjadi penyebab utama kemacetan.
“Sudah jelas mobil seharusnya parkir di luar. Kalau dibiarkan masuk, pasar pasti macet. Ini bukan baru terjadi sekarang, tapi setiap minggu,” tegas salah satu perwakilan pedagang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, di tengah kemacetan yang semakin parah, penarikan karcis parkir tetap berjalan, namun tanpa diimbangi pengaturan lalu lintas yang tegas. Warga mempertanyakan ke mana peran Dishub, sementara dampak kemacetan harus ditanggung masyarakat.
Lebih memprihatinkan, Ketua Pasar mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Kepala Dinas Perhubungan, Ramli Manui, namun tidak mendapat respons.
“Kami sudah sampaikan langsung ke kepala dinas, tapi tidak ada tanggapan. Seolah-olah persoalan ini tidak penting,” ujar Ketua Pasar saat diwawancarai Minggu, 8 Februari 2026.
Sikap diam Dishub tersebut memicu anggapan bahwa pemerintah daerah membiarkan kekacauan lalu lintas pasar terus berlangsung, tanpa solusi konkret. Warga mendesak agar segera diterapkan pembatasan kendaraan roda empat, penataan jalur masuk-keluar pasar, serta pengawasan ketat terhadap pengelolaan parkir.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat menilai Dishub patut dievaluasi, karena dinilai lalai menjalankan tugas pelayanan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi Dinas Perhubungan untuk memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. Red









