Polres Halsel Didesak Usut Dugaan Penyaluran BBM SPBU Desa Lele ke Wilayah Lain

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

HALMAHERA SELATAN — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Selatan didesak segera mengusut dugaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Lele, Kecamatan Mandioli Selatan, ke wilayah lain yang disebut-sebut tidak sesuai dengan peruntukannya.

Dugaan tersebut mencuat setelah adanya keluhan masyarakat terkait cepat habisnya stok BBM di SPBU Desa Lele. Warga mempertanyakan penyaluran BBM yang disebut mencapai puluhan ton, namun hanya mampu bertahan sekitar dua hingga tiga hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, BBM dari SPBU Desa Lele diduga dibawa keluar wilayah dan diarahkan ke Desa Kawasi. Informasi tersebut masih berupa dugaan dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan serta penelusuran oleh aparat penegak hukum.

“Kalau benar BBM dari SPBU Desa Lele dibawa ke Kawasi, tentu harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat di sekitar SPBU justru kesulitan mendapatkan BBM, sementara stok dalam jumlah besar diduga disalurkan ke wilayah lain,” ujar sumber tersebut.

Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena BBM merupakan komoditas yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jika terdapat penyaluran yang tidak sesuai ketentuan, maka aparat penegak hukum diminta tidak hanya memeriksa pihak yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri mekanisme distribusi, pencatatan stok, dokumen pengiriman, hingga pihak yang menerima BBM.

Warga pun meminta Polres Halmahera Selatan segera memanggil dan meminta klarifikasi kepada Kepala SPBU Desa Lele untuk menjelaskan secara terbuka mengenai volume BBM yang masuk, jumlah yang disalurkan, tujuan penyaluran, serta dugaan pengiriman BBM ke wilayah Kawasi.

“Kapolres harus turun tangan. Panggil pengelola atau Kepala SPBU Desa Lele dan periksa data penyalurannya. Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu harus dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan,” kata warga.

Masyarakat juga meminta agar pemeriksaan dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada klarifikasi administratif. Jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan dalam distribusi BBM, warga berharap aparat menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, aparat diminta mengecek kesesuaian antara stok BBM yang diterima SPBU dengan penjualan harian. Pemeriksaan juga diharapkan mencakup nota atau dokumen transaksi, data pembelian, kendaraan pengangkut, serta tujuan distribusi BBM dalam jumlah besar.

Pasalnya, kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat selama ini menjadi persoalan serius. Ketika stok dalam jumlah puluhan ton disebut hanya bertahan dua hingga tiga hari, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai pola distribusi dan siapa saja yang menjadi penerima BBM tersebut.

Dugaan adanya BBM yang dibawa ke Desa Kawasi juga perlu diverifikasi secara menyeluruh. Polisi dapat menelusuri jalur distribusi dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan apakah BBM tersebut benar berasal dari SPBU Desa Lele atau dari sumber lainnya.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalannya bukan sekadar kelangkaan BBM, tetapi juga menyangkut tata kelola dan pengawasan distribusi BBM yang harus berpihak pada kepentingan masyarakat.

Polres Halmahera Selatan diharapkan segera melakukan penyelidikan secara profesional, objektif, dan transparan. Masyarakat tidak ingin isu tersebut hanya menjadi polemik, tetapi berharap ada kepastian berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan resmi.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan penyaluran BBM dari SPBU Desa Lele ke wilayah Kawasi masih memerlukan konfirmasi dari pihak pengelola SPBU, Pertamina, serta Polres Halmahera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi
Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak
Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera
Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui
Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM
Obi Barat Cup Resmi Bergulir, Wasit Fandi Junaib Pimpin Pertandingan
Turnamen Obi Barat Cup Baru 15 Menit Dimulai, Kebakaran Hebohkan Desa Jikohay
Camat Obi Barat Resmi Buka Turnamen Obi Barat Cup, Jadi Ajang Silaturahmi dan Seleksi Pemain Menuju Bupati Cup
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 03:44 WIB

Pemerintah Kabupaten Halsel Minta BPH Migas Tambah Kuota Minyak Tanah Subsidi untuk Kepulauan Obi

Minggu, 13 September 2026 - 06:54 WIB

Sudah Dipasang Police Line, Lobang Diduga Milik Hi. Safrudin Kembali Beroperasi, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Bertindak

Minggu, 13 September 2026 - 06:30 WIB

Tambang Diduga Tanpa WPR dan IPR Masih Beroperasi di Anggai, Polda Malut dan Polres Halsel Diminta Beri Efek Jera

Minggu, 13 September 2026 - 02:50 WIB

Diduga Ada Pelanggaran Pemasangan Listrik di Area Tambang Anggai, Polres Halsel dan Polda Malut Diminta Segera Periksa Kepala PLN Laiwui

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Pasokan Pertalite Terbatas, Warga Desa Baru Desak Pemerintah Tambah Kuota BBM

Berita Terbaru