*Indonesia Mining Watch: Dugaan Kebocoran Pajak Air PT. IWIP Rp2,4 Miliar Bukti Hilirisasi Nikel Belum Berkeadilan* 

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Indonesia Mining Watch menilai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kebocoran Pajak Air Permukaan (PAP) senilai Rp2,4 miliar pada operasional PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi alarm serius atas tata kelola industri nikel di Maluku Utara.

 

Koordinator Nasional Indonesia Mining Watch (IMW), Ubay Daga menyatakan bahwa kasus ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara narasi keberhasilan hilirisasi yang terus dipromosikan pemerintah dengan realitas penerimaan daerah yang belum optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jika perusahaan dengan skala investasi ratusan triliun rupiah masih menyisakan persoalan kepatuhan pajak daerah, maka wajar publik mempertanyakan siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari proyek hilirisasi ini,” kata Ubay.

 

Menurut IMW, pajak air permukaan merupakan instrumen penting untuk memastikan daerah memperoleh kompensasi atas pemanfaatan sumber daya alam yang digunakan industri secara intensif. Karena itu, setiap potensi kehilangan penerimaan atau pemasukan daerah harus ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel.

 

Ubay Daga juga menyoroti fakta bahwa kawasan industri PT. IWIP selama ini telah memberikan tekanan besar terhadap lingkungan dan sumber daya air di Halmahera Tengah. Oleh sebab itu, kewajiban fiskal perusahaan tidak boleh dipandang sebagai beban investasi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap daerah penghasil.

 

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka secara transparan hasil audit, metode perhitungan kewajiban PAP, serta langkah penagihan yang akan dilakukan. Publik berhak mengetahui seberapa besar potensi kerugian daerah dan bagaimana proses penyelesaiannya,” tegas Ubay Daga.

 

Selain itu, Indonesia Mining Watch juga mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Dalam Negeri, serta aparat penegak hukum untuk mengawasi penyelesaian kasus ini guna memastikan tidak ada praktik penghindaran kewajiban yang merugikan keuangan daerah.

 

Ubay Daga menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak boleh hanya diukur dari nilai ekspor dan investasi, tetapi juga dari tingkat kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban lingkungan, sosial, dan fiskal.

 

“Daerah penghasil tidak boleh hanya menerima dampak ekologis, sementara manfaat ekonominya bocor akibat lemahnya pengawasan dan kepatuhan. Kasus dugaan kebocoran PAP PT. IWIP harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola industri nikel nasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel retorikaaktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri
Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata
Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang
Diduga Tunggak Gaji Perangkat Desa hingga Setahun, Kinerja Kades Gambaru Disorot, DPMD Halsel Didesak Segera Turun Tangan
Dugaan Dampak Lingkungan Meluas, Sekdes Fluk Soroti Kondisi Kali Doko, Kali Papaceda, dan Kali Nike, Desak Pemerintah Evaluasi Menyeluruh AMDAL PT GTS
Kali Papaceda dan Kali Doko Diduga Tercemar, Warga Gambaru Minta Pemerintah Cabut Izin Lingkungan PT Gane Tambang Sentosa
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:51 WIB

GMNI Halmahera Selatan: APH Jangan Tutup Mata, Usut Dugaan Beking Tambang Ilegal di Kusubibi yang Diduga Gunakan Sianida dan Merkuri

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27 WIB

Warga Lima Kelompok di Desa Gambaru Desak PT GTS Penuhi Hak Pemilik Lahan, Minta DPRD dan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19 WIB

Gaji Perangkat Desa Diduga Menunggak, Transparansi Dana Desa Gambaru Dipertanyakan; Warga Desak Inspektorat dan Kejaksaan Audit Total

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:22 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

M. Saleh Nijar: Teriakan Warga Gambaru dan Fluk Alarm bagi Pemerintah, Konflik Lahan di Obi Tak Boleh Terus Berulang

Berita Terbaru