HALMAHERA — Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si menyampaikan refleksi mendalam atas perjalanan pengabdiannya sekaligus menegaskan pentingnya menjaga integritas serta merawat kepercayaan publik dalam institusi kepolisian.
Dalam wawancara bersama RETORIKAAKTUAL.COM, ia menuturkan bahwa kepemimpinannya selama 1 tahun 14 hari di Polda Maluku Utara bukan sekadar menjalankan fungsi struktural di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, melainkan juga membangun kedekatan emosional serta memperkuat hubungan kepercayaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
“Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berupaya bekerja maksimal dengan dukungan seluruh jajaran dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama masa kepemimpinannya, ia mencatat sejumlah capaian signifikan, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Stabilitas ini dinilai menjadi indikator penting keberhasilan Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi Polri juga menjadi salah satu hasil yang dirasakan secara nyata. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan situasi keamanan yang berkelanjutan.
Namun demikian, berbagai tantangan turut mewarnai masa kepemimpinannya. Kondisi geografis Maluku Utara yang didominasi wilayah kepulauan menjadi kendala tersendiri dalam aspek pengawasan dan pelayanan. Di sisi lain, dinamika sosial, potensi konflik, serta keterbatasan infrastruktur juga menjadi ujian yang harus dihadapi dengan pendekatan yang tepat.
Salah satu peristiwa yang cukup menguji stabilitas keamanan adalah kejadian di Sibenpopo. Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan di tengah masyarakat. Namun, melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang intensif, serta sinergi antara aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat, situasi berhasil dikendalikan.
“Setiap persoalan dapat diselesaikan apabila semua pihak mengedepankan dialog dan kerja sama,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa kondisi kamtibmas di Maluku Utara saat ini jauh lebih stabil dibandingkan awal masa jabatannya. Hal ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi antara Polri, Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menjelang purna tugas, Waris Agono menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran kepolisian agar terus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan tugas.
“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan hati. Itulah esensi pengabdian kita sebagai anggota Polri,” tegasnya.
Dalam refleksi pribadinya, ia menekankan bahwa nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab merupakan prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
“Setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan keikhlasan,” tambahnya.
Usai memasuki masa pensiun, ia berencana untuk lebih fokus pada kehidupan keluarga serta mengembangkan usaha bersama istri. Meski tidak lagi aktif dalam struktur kepolisian, ia memastikan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat akan terus berlanjut, salah satunya melalui kegiatan sosial dan berbagi pengalaman.
Di penghujung wawancara, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku Utara atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan stabilitas keamanan daerah.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Maluku Utara tetap aman dan damai,” pungkasnya.









